Baru Tayang Di Bioskop,Film “A MAN CALLED AHOK” Dikritik Pedas

Baru Tayang Di Bioskop,Film A MAN CALLED AHOK Dikritik Pedas

beritagosip.org – Film dokumenter tentang perjalanan hidup mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang berjudul “A MAN CALLED AHOK” baru saja tayang di bioskop tanah air.Film A MAN CALLED AHOK dipastikan fokus pada cerita keluarga seorang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang jarang diketahui banyak orang. Seperti diketahui, sosok mantan Gubernur DKI Jakarta itu diperankan oleh Daniel Mananta.Selain itu, ada pula nama-nama top lain yang juga turut andil di sini, seperti Jill Gladys, Denny Sumargo, Ferry Salim, Donny Damara, Chew Kin Wah hingga Eriska Rein.

Film yang dibesut oleh sutradara Putrama Tuta ini dijadwalkan tayang pada 8 November 2018. Dan setelah hari pertama penayangan, sebuah kritik pedas sudah datang. Bahkan kritikan itu datang dari pihak keluarga sendiri, tepatnya Fifi Lety adik Ahok.

“Ku kembalikan semua kecewa dan sedih padaMu. Ooh… Papaku, seandainya masih hidup pasti marah sekali dengan mereka yang merusak image dan gambaran dirimu. Tidak pantas mereka menpertontonkan hidupmu dengan cara seperti ini.

Tetapi Aku percaya dan aku berdoa malam ini Mazmur 37 terjadi pada mereka yang telah menyakitimu. Bunga ini tanda kematian hati nurani, tanda dukacita yang dalam. Tuhan Kalaulah pembela Papaku,” tulis Fify lewat sebuah postingan di akun Instagram-nya.

Postingan Fifi sontak dibanjiri komentar oleh publik. Tak sedikit netizen yang penasaran mengenai detail dari kritikan pedasnya terhadap film A MAN CALLED AHOK yang sudah tayang tersebut. Pada sebuah postingan lain, Fifi pun menjabarkan jawabannya secara panjang lebar.

“Buat yang kangen dan mau tahu kebenaran, nonton lah Youtube ini dan bacalah buku A Man Called Ahok. Karena Waktu bikin buku dan Youtube ini masih jujur research dan buat cerita yang benar-benar berdasarkan bukti fakta yang ada, makanya kita approved. Tetapi Ternyata setelah film jadi, saya nggak tega nontonnya.

Masa kecil kami dan papa mama kami jadi beda, bahkan sopir kami pun beda. Bukankah true story harusnya sama dengan cerita aslinya? Dan orang-orang yang diceritakan sebaik mungkin sesuai dengan karakter yang ada? Film-film bagus hasil karya yang baik sampai bajupun disamakan dengan zaman dan tokoh tersebut. Orang yang memerankan tokoh yang diperankan paling tidak pernah ketemu kalau masih Hidup orgnya. Kalau udah meninggal paling tidak (lihat) foto-fotonya kan ya? Research gitu kali ya?” tulis Fifi.

Pembuatan film A MAN CALLED AHOK tentu harus melewati izin dan supervisi dari pihak keluarga yang bersangkutan. Awalnya Fifi sempat turut membantu proses pembuatan film ini. Namun hasil akhirnya ternyata sangat mengecewakan baginya.

“Kalau saja saya tidak pernah membantu mereka, tentu saya tidak perlu kecewa karena film ini tidak akan pernah ada. Saya tidak bisa diam saja karena ini cerita papa saya yang mereka buat, namanya kejujuran dan kebenaran tetap harus diutanakan, apapun alasannya. Kan mottonya juga BTP,” jelasnya lagi.

Lebih jauh, Fifi menyebut jika sebelumnya ada beberapa kebohongan yang hampir saja dimuat dalam film A MAN CALLED AHOK. Setelah dirinya dan Ahok sendiri turun tangan, akhirnya pihak film pun merivisinya. Satu hal yang pasti, tak ada kebohongan yang diceritakan dalam film ini.

Baca juga:

 

“Saya udah berkali-kali mencoret transkrip meminta buang semua adegan bohong, ternyata mereka sudah selesai shooting baru kasih kita baca transkrip dan baru minta kita support dan approved. Untung akhirnya BTP ikut campur minta dengan keras buang semua cerita bohong, kalau tidak, nggak kebayang film ini jadinya seperti apa. Well semua cerita bohong udah dibuang, yang lain ya sudah terpaksa diterima walaupun tidak sesuai, tetapi ya sudah lah yang penting nggak ada kebohongan dan tidak merugikan BTP,” lanjut Fifi.

Nasi sudah menjadi bubur. Film A MAN CALLED AHOK sudah tayang di seluruh layar lebar Tanah Air. Di tengah penyesalannya, Fifi lalu memberikan sebuah pesan untuk para pecinta film yang tetap ingin nonton.

“Untuk film, saya sudah minta berkali-kali gambaran papa saya disesuaikan dengan papa saya, tetapi karena mereka udah selesai shooting baru kasih lihat transkrip ke kita, ya jadi sedih kok papa saya kayak gitu cara pakaiannya, gayanya semua beda. Akhirnya keluarga terpaksa terima tidak sesuai dengan true story asal ada foto-foto asli kami dimasukkan di film tersebut. Saya tidak tega nonton gambaran tentang papa saya dengan gaya yang bukan papa saya. Buat yang mau nonton silakan aja ambil positifnya,” pungkasnya.

 

 

 

Related posts